Liputan6.com, Sunderland: Manchester City gagal
merapatkan jarak dengan pimpinan klasemen
sementara Liga Inggris, Manchester United. Skuat
asuhan Roberto Mancini itu, dikalahkan tuan rumah
Sunderland 0-1 di Stadium of Light pada laga Boxing
Day Liga Primer Inggris, Rabu (26/12) malam WIB. Gol kemenangan Sunderland dicetak Adam Johnson menit
ke-53. Dengan kekalahan ini jarak The Citizens dengan Setan
Merah kini semakin jauh, yakni tujuh poin. Pasalnya,
pada saat bersamaan MU sukses mengatasi perlawanan
Newcastle United 4-3. Di awal pertandingan Sunderland dan Manchester City
menerapkan permainan terbuka. Namun, Sunderland
banyak mengambil inisiatif penyerangan. Kiper Manchester City, Joe Hart, melakukan
penyelamatan gemilang dengan menepis tendangan
bebas Craig Gardner. City memperoleh peluang lewat
Yaya Toure. Namun, kiper Sunderland, Mignolet,
bereaksi cepat untuk menghadang bola masuk ke
dalam gawang. City mulai menguasai permainan di pertengahan babak
pertama. Pada menit ke-24, Mignolet kembali melakukan
aksi penyelamatan ketika membendung tendangan
mendatar David Silva. Hingga babak pertama usai, skor
imbang tanpa gol tetap bertahan. Tim tamu banyak menyerang, justru Sunderland yang
berhasil mencuri gol. Tendangan Adam Johnson dari
luar kotak penalti kali ini gagal diselamatkan Joe Hart. Ketinggalan 0-1 City mencoba lebih agresif menekan
pertahanan Sunderland. Tapi, mereka mengalami
kesulitan menembus tembok pertahanan The Black Cats
yang tampil solid. City mendapatkan peluang untuk menyamakan
kedudukan. Namun, lagi-lagi ketangguhan Mignolet di
bawah mistar mengandaskan peluang yang diperoleh
James Milner usai menerima umpan silang Zabaleta.
Hingga babak kedua berakhir kedudukan 1-0 tetap
tidak berubah.(IAN)
Dwi kurniawan
Dwi Kurniawan
Rabu, 26 Desember 2012
Everton Menang, David Moyes Senang
Liputan6.com, London: Manajer Everton, David Moyes,
terkesan dengan penampilan skuatnya menyusul
kemenangan 2-1 atas Wigan Athletic dalam lanjutan
Liga Primer Inggris di Goodison Park. Dua gol The
Toffees disumbangkan Leon Osman dan Phil Jagielka. "Saya senang dan bagaimana bagusnya para pemain
melakukan tugas di Natal ini," ujar Moyes di laman
resmi klub, Kamis (27/12). "Mereka benar-benar tampil
bagus dan hari ini bisa kembali melakukannya,"
imbuhnya. Dengan kemenangan ini, Everton memperpanjang
catatan tidak terkalahkan mereka dalam tujuh
pertandingan terakhir. Mereka kini ada di peringkat
kelima dengan 33 poin. Everton memiliki poin sama
dengan Tottenham yang baru saja mengalahkan Aston
Villa 4-0.(Goal/IAN)
terkesan dengan penampilan skuatnya menyusul
kemenangan 2-1 atas Wigan Athletic dalam lanjutan
Liga Primer Inggris di Goodison Park. Dua gol The
Toffees disumbangkan Leon Osman dan Phil Jagielka. "Saya senang dan bagaimana bagusnya para pemain
melakukan tugas di Natal ini," ujar Moyes di laman
resmi klub, Kamis (27/12). "Mereka benar-benar tampil
bagus dan hari ini bisa kembali melakukannya,"
imbuhnya. Dengan kemenangan ini, Everton memperpanjang
catatan tidak terkalahkan mereka dalam tujuh
pertandingan terakhir. Mereka kini ada di peringkat
kelima dengan 33 poin. Everton memiliki poin sama
dengan Tottenham yang baru saja mengalahkan Aston
Villa 4-0.(Goal/IAN)
Senin, 27 Desember 2010
"Jangan Tiru Suporter Malaysia" - bola.okezone.com
Sepakbola - Sepakbola Dunia
"Jangan Tiru Suporter Malaysia"
Senin, 27 Desember 2010 - 18:00 wib
F: Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono dan Menegpora Andi Mallarangeng (Abror Rizki)
JAKARTA – Pertandingan final AFF Cup leg pertama yang dimenangkan Malaysia 3-0 atas Indonesia, sempat diwarnai dengan insiden laser serta kembang api yang sempat menunda jalannya pertandingan. Insiden ini diharapkan tidak terulang di Jakarta.
Leg kedua akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12/2010). Kekhawatiran akan terjadinya aksi balasan dari pendukung Indonesia sempat mencuat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan penonton dapat menjunjung nilai sportivitas, meski kalah.
“Tadi saya langsung melaporkan kepada Bapak Presiden SBY mengenai hasil pertandingan Timnas di Bukit Jalil Malaysia. Saya sampaikan kepada beliau, bahwa yang pertama, pemain sudah berbuat yang terbaik tetapi memang lawan lebih baik,” jelas Menegpora Andi Mallarangeng mengutip yang telah disampaikannya kepada Presiden SBY.
“Kita harus mengakui lawan lebih baik. Namun faktor lain seperti laser membuat konsentrasi buyar sehingga kecolongan. Gol itu membuat permainan lawan berkembang. Yang penting adalah bahwa kepada para pemain dan pelatih tetap semangat memenangkan leg kedua di Senayan,” lanjut Andi.
Andi juga menyampaikan amanat SBY agar semua penonton yang akan datang langsung ke stadion, bisa bersikap dewasa dan bisa menerima semua hasil pertandingan. SBY tidak ingin masyarakat meniru aksi tidak terpuji suporter Malaysia.
“Presiden mengimbau di Senayan nanti suporter kita tetap mendukung Timnas dengan gegap gempita. Tapi kami mengimbau agar tidak ada penonton yang membalas dengan laser atau petasan atau hal yang tidak terpuji lannya. Mari kita menjadi suporter yang sportif dan menang secara kesatria,” jelas mantan juru bicara Kepresidenan ini.
Mengenai masalah politisasi Timnas oleh PSSI, Andi meminta kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, agar terus menjaga konsentrasi Timnas dan tidak diganggu atau terganggu dengan hal-hal yang tidak perlu.
Cegah Korupsi, Kemendiknas Ubah Mekanisme Penyaluran Dana BOS
Cegah Korupsi, Kemendiknas Ubah Mekanisme Penyaluran Dana BOS
Lia Harahap - detikNews
Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) bersama Kemenkeu, dan Kemendagri, sepakat mengawasi penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2011 mendatang. Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan adalah mengubah mekanisme penyalurannya. "Untuk tahun ini mekanisme penyaluran akan kita rubah. Kalau dulu dari Kemendiknas kemudian ke sekolah-sekolah, sekarang kita hanya mengawasi karena penyaluran langsung dari bendahara negara dikirim ke kabupaten/kota melalui mekanisme APBD lalu disalurkan sekolah-sekolah penerima dana BOS," ujar Mendiknas M Nuh, saat jumpa pers di Gedung Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (27/12/2010). Alasan perubahan mekanisme penyaluran ini dikatakan Nuh untuk memberi kewenangan lebih kepada sekolah-sekolah yang menerima dan BOS. Sekolah-sekolah daerah yang menerima, selama ini cenderung merasa hanya sebagai perpanjangan tangan tanpa ada kewenangan. "Selama ini mereka bertanya penyaluran dana BOS untuk daerah, tapi kenapa dananya malah di pusat. Maka itu kita ingin sekolah tetap leluasa menggunakan keuangannya," kata Nuh. Agar penerapan itu berjalan dengan baik, ada 3 ketetapan yang harus dipatuhi baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. 3 ketepatan itu, menyangkut ketepatan dari sisi waktu penyaluran, ketepatan jumlah dana yang disalurkan, dan ketepatan dalam sisi penggunaan dan pemanfaatannya. "Nah karena dana BOS ini menjadi publik domain, sehingga semua orang punya hak mendapat informasi kemana saja dana itu digunakan. Maka itu kita diwajibkan minimal pihak sekolah mengumumkan secara berkala minimal per 3 bulan," lanjut Nuh. Nuh menambahkan, saat ini ada sekitar 181 ribu Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ikut menerima dana BOS. Pemerintah sendiri di tahun 2011 ini telah menyiapkan anggaran untuk dana BOS sebesar 16 triliun. "Maka itu dana BOS yang telah masuk ke dalam APBD, itu juga kita harapkan tidak terhambat penyalurannya. Paling lambat sekolah harus menerima 7 hari setelah dana tiba," papar mantan Menkominfo ini. Dengan penerapan sistem baru ini, Nuh berharap tidak ada lagi kecurangan dalam pengelolaan dana BOS. Baik Pemda maupun sekolah diminta mengelola dana tersebut dengan baik dan bisa mempertanggungjawabkannya. "Kita bertekad dana BOS itu jangan sampai diselewengkan. Paling tidak ini akan membangun kultur anti korupsi, transparan dan bisa dipertanggung jawabkan, sehingga antikorupsi itu bisa diterapkan," tegasnya. Karena ini akan segera diberlakukan tahun depan, maka itu Kemendiknas Selasa (28/12) besok, akan mengadakan sosialisasi dengan Diknas di seluruh Indonesia. "Hasil sosialisasi besok segara disampaikan ke kepala sekolah di seluruh daerah, supaya pertanggung jawabannya jelas," tutup Nuh.
Lia Harahap - detikNews
Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) bersama Kemenkeu, dan Kemendagri, sepakat mengawasi penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2011 mendatang. Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan adalah mengubah mekanisme penyalurannya. "Untuk tahun ini mekanisme penyaluran akan kita rubah. Kalau dulu dari Kemendiknas kemudian ke sekolah-sekolah, sekarang kita hanya mengawasi karena penyaluran langsung dari bendahara negara dikirim ke kabupaten/kota melalui mekanisme APBD lalu disalurkan sekolah-sekolah penerima dana BOS," ujar Mendiknas M Nuh, saat jumpa pers di Gedung Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (27/12/2010). Alasan perubahan mekanisme penyaluran ini dikatakan Nuh untuk memberi kewenangan lebih kepada sekolah-sekolah yang menerima dan BOS. Sekolah-sekolah daerah yang menerima, selama ini cenderung merasa hanya sebagai perpanjangan tangan tanpa ada kewenangan. "Selama ini mereka bertanya penyaluran dana BOS untuk daerah, tapi kenapa dananya malah di pusat. Maka itu kita ingin sekolah tetap leluasa menggunakan keuangannya," kata Nuh. Agar penerapan itu berjalan dengan baik, ada 3 ketetapan yang harus dipatuhi baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. 3 ketepatan itu, menyangkut ketepatan dari sisi waktu penyaluran, ketepatan jumlah dana yang disalurkan, dan ketepatan dalam sisi penggunaan dan pemanfaatannya. "Nah karena dana BOS ini menjadi publik domain, sehingga semua orang punya hak mendapat informasi kemana saja dana itu digunakan. Maka itu kita diwajibkan minimal pihak sekolah mengumumkan secara berkala minimal per 3 bulan," lanjut Nuh. Nuh menambahkan, saat ini ada sekitar 181 ribu Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ikut menerima dana BOS. Pemerintah sendiri di tahun 2011 ini telah menyiapkan anggaran untuk dana BOS sebesar 16 triliun. "Maka itu dana BOS yang telah masuk ke dalam APBD, itu juga kita harapkan tidak terhambat penyalurannya. Paling lambat sekolah harus menerima 7 hari setelah dana tiba," papar mantan Menkominfo ini. Dengan penerapan sistem baru ini, Nuh berharap tidak ada lagi kecurangan dalam pengelolaan dana BOS. Baik Pemda maupun sekolah diminta mengelola dana tersebut dengan baik dan bisa mempertanggungjawabkannya. "Kita bertekad dana BOS itu jangan sampai diselewengkan. Paling tidak ini akan membangun kultur anti korupsi, transparan dan bisa dipertanggung jawabkan, sehingga antikorupsi itu bisa diterapkan," tegasnya. Karena ini akan segera diberlakukan tahun depan, maka itu Kemendiknas Selasa (28/12) besok, akan mengadakan sosialisasi dengan Diknas di seluruh Indonesia. "Hasil sosialisasi besok segara disampaikan ke kepala sekolah di seluruh daerah, supaya pertanggung jawabannya jelas," tutup Nuh.
Suporter Berharap Timnas Balas Kekalahan
Liputan 6
Liputan 6 - Senin, 27 Desember
Liputan6.com, Bandung: Kekalahan timnas Indonesia 0-3 dari Malaysia di laga pertama final Piala AFF 2010 membuat pendukung tim merah putih di Bandung, Jawa Barat, kecewa. Mereka berharap Firman Utina dan kawan-kawan mampu bangkit pada laga kedua yang digelar di Stadion Utama Bung Karno, Senayan, Jakarta, 29 Desember mendatang.
"Terus terang (timnas) secara permainan saya kecewa," kata Agung, salah seorang penonton. "Skor memang mengecewakan, namun saya dan keluarga di sini optmisi di Jakarta menang," ucap Iriana Dewi, penonton lainnya.
Berbeda dengan di tempat lain dimana acara nonton final Piala AFF 2010 biasanya digelar di kafe atau mal. Warga Kebon Bibit di Bandung justru menggelarnya di bawah jembatan layang Pasopati. Dengan penerangan seadanya, mereka menonton di layar yang terbuat dari kain berukuran dua kali dua meter dengan antusias.(BOG)
Liputan 6
Liputan 6 - Senin, 27 Desember
Liputan6.com, Bandung: Kekalahan timnas Indonesia 0-3 dari Malaysia di laga pertama final Piala AFF 2010 membuat pendukung tim merah putih di Bandung, Jawa Barat, kecewa. Mereka berharap Firman Utina dan kawan-kawan mampu bangkit pada laga kedua yang digelar di Stadion Utama Bung Karno, Senayan, Jakarta, 29 Desember mendatang.
"Terus terang (timnas) secara permainan saya kecewa," kata Agung, salah seorang penonton. "Skor memang mengecewakan, namun saya dan keluarga di sini optmisi di Jakarta menang," ucap Iriana Dewi, penonton lainnya.
Berbeda dengan di tempat lain dimana acara nonton final Piala AFF 2010 biasanya digelar di kafe atau mal. Warga Kebon Bibit di Bandung justru menggelarnya di bawah jembatan layang Pasopati. Dengan penerangan seadanya, mereka menonton di layar yang terbuat dari kain berukuran dua kali dua meter dengan antusias.(BOG)
Minggu, 12 Desember 2010
Rabu, 08 Desember 2010
Rabu, 01 Desember 2010
Sabtu, 02 Oktober 2010
Kseniya Simonova
Kseniya Simonova (Ксенія Симонова) (lahir April 22, 1985) adalah seorang animator pasir dari Ukraina . She started drawing with sand after her business collapsed due to the 2008 financial crisis , and had less than a year's experience when she entered Ukraine's Got Talent . [ 1 ] She became the 2009 winner of that show, [ 2 ] constructing an animation that portrayed life during the USSR's Great Patriotic War against the Third Reich in World War II . Dia mulai menggambar dengan pasir setelah usahanya runtuh akibat keuangan krisis 2008 , dan memiliki kurang dari tahun pengalaman ketika dia memasuki Ukraina's Got Talent . [1] Dia menjadi pemenang 2009 yang menunjukkan bahwa, [2] membangun sebuah animasi yang digambarkan hidup selama USSR's Great Patriotic War melawan Reich Ketiga dalam Perang Dunia II . Simonova won 1,000,000 Ukrainian Hryvnia (approx. USD125,000) for her first place in the show. [ 3 ] A YouTube video of the performance has received more than 15 million hits. [ 4 ] Simonova memenangkan 1.000.000 Ukraina Hryvnia (sekitar USD125, 000) untuk tempat pertama di tampilkan. [3] Sebuah YouTube video kinerja telah menerima lebih dari 15 juta hits. [4]
Jumat, 24 September 2010
ku inggin sekali bertemu denggan kamu ibu sekali aja seumur hidup mu.....ku inggin denggerin suara kmu rasain pelukan seorang ibu....
Kepada Ibuku
Tanganmu sibuk sepanjang hariIbu tak punya banyak waktu luang
Bila ku ajak kau bermain
Engkau menjawab “Ibu tidak sempat, Nak”
Engkau mencuci baju, menjahit, memasak,
Semua untuk Aku…
Tetapi kala aku tunjukkan buku ceritaku
Engkau menjawab “Sebentar Sayang…”
Di malam hari engkau tidurkan aku
Engkau dengarkan do’aku.. Engkau padamkan lampu
Lalu berjingkat meninggalkanku
Kalau saja engkau tinggal barang satu menit lagi..
Sebab hidup itu singkat, Tahun-tahun bagai berlari
Bocah cilik tumbuh begitu cepat
Aku tidak lagi berada di sisi Ibu
Membisikkan rahasia-rahasia kecilku
Buku-buku dongengku entah di mana
Takkan ada lagi ajakan bermain
Tak ada lagi cium Selamat Malam
Tak kudengar lagi do’amu
Semua itu milik masa lalu
Tanganmu dahulu sibuk sekarang diam
Hari-hari terasa panjang membentang
Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu
Menyambutmu hangat di sisiku
Memberiku waktu dari hatimu
Langganan:
Komentar (Atom)

