Dwi Kurniawan

Dwi Kurniawan

Jumat, 26 Maret 2010

Saat saya memberikan hadiah milad (ultah) untuk adik laki –laki saya berupa sebuah buku berjudul “Karena Kamu Sudah Dewasa” karya Luqman Haqani, saya baru menyadari, bahwa saya juga sebenarnya wajib membaca buku itu.

Dewasa.

Kebanyakan orang selalu merasa dirinya sudah dewasa sehingga menganggap sudah bisa menentukan hidupnya sendiri, lepas dari segala aturan orang lain. Apalagi para remaja atau yang mulai beranjak remaja, selalu ingin dianggap dewasa dan tidak mau diatur.

Sebenarnya, tidak ada aturan baku yang menandakan seseorang sudah bisa dibilang dewasa atau belum. Karena semua pasti sepakat kalau kedewasaan tidak bisa diukur dari umur. Sikap mental dan cara berpikirlah yang kemudian menjadi ukuran, karena cara berpikir dan pemahaman seseorang berpengaruh pada pengambilan sikapnya dalam menjalani kehidupan yang kaya warna.

Baru –baru ini, seorang teman mengatakan kepada saya, “jujur saja, semenjak kuliah hingga sekarang, sikapmu sama sekali tidak dewasa. Tidak ada peningkatan dalam kadar sikap dewasa itu, hanya nol koma sekian persen saja…”. Beliau berkata seperti itu karena saya selalu saja mengeluh tentang masalah –masalah hidup saya kepadanya.

Akhirnya, saya berpikir. Ternyata begitulah saya selama ini. Selalu saja mengeluh, dan berpikir bahwa teman saya akan selalu dengan senang hati mendengarkan segala keluh kesah dan kekecewaan saya, tanpa berpikir bahwa mungkin saja teman itupun sebetulnya punya masalah yang jauh lebih besar dan lebih banyak. Terbuai oleh melankolisme kata –kata mutiara dari tokoh –tokoh dunia tentang persahabatan. Tidak ada yang salah dalam untaian kata –kata indah itu, yang salah adalah penyikapan dan pemahaman saya terhadap esensi kalimat tersebut.

Ternyata saya belum dewasa. Dan itu membuat saya sangat sedih, pada awalnya. Karena apapun yang terjadi pada saya –apalagi berbentuk masalah dalam bidang apapun, saya merasa harus selalu membaginya pada orang lain. Tidak harus menghasilkan solusi. Hanya satu harapan bahwa kesempitan hati akan sedikit berkurang kalau sudah bercerita pada seseorang. Tapi ternyata tidak bisa selalu demikian kondisinya.

Karena sikap itu malah membuat saya tampak lemah, dan selalu bergantung pada orang lain. Sampai saya berpikir, “iya ya, sekalinya bertemu dengan teman, saya selalu curhat segala macam –mulai dari hal –hal kecil yang saya alami sampai setumpuk masalah. Bukannya berbagi kebahagiaan dan memberikan kabar –kabar yang menyenangkan. Sungguh saya ini tidak adil..”

Iya, sungguh saya ini tidak adil.

“Menjadilah kuat, tetaplah istiqomah. Karena manusia bisa berubah. Manusia selalu berubah. Kita tak bisa selamanya bersama orang lain. Kalau ingin mencari sandaran abadi yang tak akan pernah meninggalkanmu, selalu bersamamu, maka carilah Alloh..carilah Dia..”

“Karena hanya Dialah yang tak akan complain saat kamu mengeluhkan segala masalah. Seberat apapun. Sebanyak apapun. Dia akan selalu mendengar. Dia sumber segala solusi bagi masalahmu”

Maka di foodcourt Istana Plaza itu, saya tak kuasa menahan tangis. Tak peduli dikelilingi ratusan orang. Saya merasa benar –benar telah berjalan terlampau jauh, tanpa pegangan. Tenggelam dalam hingar bingar dan ketidakjelasan.

Saya ingin menjadi lebih dewasa, dan lebih dekat pada –Nya.

Rabu, 24 Maret 2010

Cara membahagiakan Orang Tua kita

Bagaimana cara agar kita sebagai anak dapat membuat kedua ortu kita selalu bahagia?
Terkadang kita berpikir bagaimana cara kita dapat membalas jasa kebaikan yang telah diberikan kedua orang tua kita karena mereka telah membesarkan kita dan selalu menjaga kita serta selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Mungkin hanya sebuah pengorbanan kecil yang dapat kita berikan namun dapat membuat orang tua kita bahagia, minimal kamu dapat memulainya dari sekarang. Pengorbanan-pengorbanan tersebut ialah :

1. Berusahalah agar tidak membuat mereka marah, baik sebuah kemarahan kecil.

2. Berusahalah agar tidak melawan perkataan orang tua kita meskipun apa yang mereka katakan belum tentu benar.

3. Jika apa yang mereka katakan menurut kita belum tepat, cobalah untuk merundingkannya secara baik-baik, bagikan pengetahuan yang kita miliki kepada orang tua kita.

4. Selalu buat mereka tersenyum bahagia.

5. Selalu berdoa untuk mereka!

Semoga saran-saran di atas berguna :)

Sabtu, 20 Maret 2010

INI SAJA

Subscribe to RSS Feed

Peluang Bisnis Tahun 2010

BANYAK REJEKI DI INTERNET
tanpa Buat web, tanpa promosi dan hanya joint saja
TANPA BUAT WEB SUKSES
Tanpa membuat web dan tanpa beli domain hosting, c
ANDA DICARIKAN DOWNLINE DAN PASTI SUKSES
Tidak perlu buat produk, web, hosting, tidak perlu
INVESTASI 1x SeuMUR HIDUP
bisnis yang unik, jujur dan briliant. tanpa buat w

kursus KILAT Bhs Inggris WWW.TEGUHHANDOKO.COM
.Pemula KAYA Mendadak, Dari Handphone bisa di OPER
GRATIS,tarik uang di ATM BCA/BNI/BRI/MANDIRI/BII/D
HANYA 50 Rb SISTEM PENGHASIL UANG OTOMATIS-NEW!
Cara Mudah Hasilkan Uang Dgn Sistem Uang Otomatis
HANYA 50rb PROGRAM BISNIS PENGHASIL UANG OTOMATIS
Cara Termudah & Tercepat Hasilkan Uang di Internet
INVESTASI HNY 50Rb DPT 250 PODUK BONUS+111Jt/4Bln
Di WWW.WEBINVESTASI.COM Profit Income 111Jt/4Bln

Kerja Sampingan Paling DAHSYAT!!!. DIJAMIN PAST
Formula bisnis yang Mantaap
Saya dapat 3 jutaan dalam seminggu, melalui bisnis
dapat RUPIAH MELIMPAH hanya untuk ANDA
hanya bekal mengetik anda jadi KAYA. bisnis SIMPEL
CARA MENDOBRAK BISNIS ONLINE
ANDA STRES KARENA BISNIS ONLINE? Jangan menyerah k
BISNIS ONLINE
JURUS PALING AMPUH UNTUK BEKERJA DAN BERBISNIS DI

KumpulBlogger.com

ini saja...

by whandie
menangislah...
semoga basah air mata
sederas hujan tadi malam
ketika kita membasuh luka dengan terbata
di bawah gigil dedaunan
larutkan saja..
larutkan kesedihan kita
dukamu akan luka ku

aku hendak berkemas
menuju jauh pengembaraan
patahan doa yang bermalam engkau jejalkan
rasanya cukup untuk kuhirup sebagai bekal
meski aku belum lagi mengerti
securam apa pendakian harus kulalui

aku tak ingin menyerah
tak hendak mengaku kalah
ini jelma pemahaman
akan akhir perjalanan

tentu perempuanku
tentu aku rindu
pada tasbih yang terlafadzkan
pada ayat-ayat yang terlantunkan
pada sujud yang tak letih kita lengkungkan

semuda ini kebersamaan
itu saja yang aku ratapi
betapa pada berpuluh malam
kerap nafasmu terabaikan
kini..ketika takdir tak lagi banyak memberi waktu
tak ada lagi sisa mimpi
untuk kurupa sebagai janji

aku menuju hilang
tak ada yang bisa ku wariskan
selain kenang tak sempurna
akan malam-malam sederhana

Facemoods Start Page

Bingung……
Itu yang yang aku rasakan sekarang ini
Kala jiwaku sendiri kau datang menghampiri
Kala perasaanku bimbang kau datang menyejukan…
Memang ada trauma yang mendalam atas kegagalan cinta
Karena kau…..
Kau…….
Kau yang mengobati trauma itu
Perlahan aku membuka hatiku untukmu
Ku kunci rapat hatiku agar kau tak bisa keluar
Aku berharap banyak padamu
Kasihmu…
Sayangmu…
Manjamu…
Suaramu…..
Tatapanmu…..
Kini selalu menghiasi hari-hari ku

Sekarang apa yang terjadi ?
Kau pergi meninggalkan aku tanpa ku tau apa sebab nya
Kabar darimu tak pernah aku dengar lagi
Kau uda pergi……..
Selalu aku bertanya pada malam
Dimana dirimu berada…
Selalu aku bertanya pada angin
Masih ingat kah kau padaku…

Kembalilah sayang……
Kembalilah kasih….
Akan aku buka pelukan ku buat menyambutmu….
Hatiku hanya untuk mu selamanya…
Selamanya…..